Tips Ngeblog di 2025; Fokuslah Pada “Pengalaman”
Dalam dunia blogging, ada berbagai macam cara untuk bisa memaksimalkan performa sebuah website atau blog. Tujuannya tentu untuk mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya, lalu pada akhirnya akan memberikan keuntungkan pada pemiliknya.
Namun semakin ke sini, dunia blogging terasa semakin sulit untuk mendapatkan banyak pengunjung. Jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya kita dihadapkan pada tantangan sesama pemilik website yakni media-media besar yang sudah merambah ke topik artikel yang sebelumnya hanya ditulis oleh blogger, namun tiga tahun terakhir tantangan kita semakin berat.
Yup, AI! Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan.
Sebenarnya AI bukanlah hal baru di dunia teknologi. Hanya saja, katakanlah 3 tahun terakhir, teknologi AI berkembang sangat cepat dalam level yang sudah mengancam banyak bidang.
Bukan hanya blogger yang terdampak, namun juga banyak jenis pekerjaan lain. Misalnya bidang kreatif; desainer sudah mulai banyak yang bisa digantikan AI. Begitu juga penulis konten sistematik, pengolah data, tim kreatif, dan berbagai jenis pekerjaan lainnya.
Bahkan ke depan tantangan AI semakin “gila” lagi yakni menggantikan tenaga manusia dengan Robot yang disertai AI canggih.
Sekali lagi bahwa teknologi Robot juga bukan hal baru, namun pesatnya perkembangan AI tentu akan mempengaruhi dunia robotik juga. Semakin banyak lagi bidang usaha yang bisa dilakukan oleh Robot sebagai tenaga kerjanya.
Kembali ke dunia blogging, dengan dua tantangan berat yang mempengaruhi jumlah pengunjung website, apa yang bisa kita lakukan?
Ada sebagian blogger yang kini tidak bisa lagi bergantung ke SEO karena halaman pertama dikuasai oleh media besar. Bahkan di bagian atas, hasil penelusuran berupa artikel rangkuman yang dibuat oleh AI Gemini juga diyakini mempengaruhi jumlah pengunjung website besar. Sehingga sebagian blogger fokus ke media sosial untuk menyebarkan link ke website.
Namun ada lagi hal yang perlu kita resapi dan praktekkan segera yakni jenis konten yang kita buat.
Tidak lagi bisa kita membahas hal-hal yang mudah dijawab oleh AI, pengunjung sudah pindah ke ChatGPT, Gemini, dan AI lainnya.
Bahkan konten kumpulan ide pun sudah bisa dijawab oleh AI dengan jawaban yang sangat baik dan lengkap.
Maka, menurut saya, sebagai blogger kita harus menitikberatkan konten kita pada “PENGALAMAN” atau “RASA.”
Informasi memang bisa disediakan oleh AI dengan lengkap, namun mereka tidak pernah merasakannya.
Kita sebagai manusia tentu bisa berbagi hal-hal yang berhubungan dengan rasa dan pengalaman pribadi.
Misalnya dalam bidang wisata; kita tidak lagi bisa hanya menyajikan daftar tempat wisata, tapi kita perlu membahas lebih tentang apa enaknya, apa tidak enaknya, dan pengalaman lain ketika mengunjungi suatu tempat wisata. Bahkan ketika dibagikan ke media sosial, jenis artikel wisata yang ada “drama”nya, akan cenderung lebih mudah viral.
Contoh lain misalnya tentang pengalaman belajar di berbagai tempat, hal seperti ini sulit disajikan oleh AI. Mereka tentu bisa mengumpulkan banyak ide dari artikel blogger dan website besar, namun mereka tidak bisa benar-benar membagikan rasanya seperti apa.
Hal ini juga tidak hanya berlaku ke blogger. Karya seni yang dibuat AI memang bisa sangat menakjubkan. Namun karena dibuat oleh AI, maka rasanya cenderung kosong. Sedangkan karya seni yang dibuat manual oleh manusia tentu kita sebagai penikmatnya juga akan lebih mudah untuk menghargai.
Terakhir, saya ingin mengajak pada kalian semua untuk tidak takut pada teknologi AI, jadikan AI sebagai alat yang membantu kita untuk menciptakan karya-karya. Tidak semua orang suka pada produk buatan robot; mobil-mobil eksotis yang handmade juga sejak dulu tetap laris meskipun harganya jauh berkali-kali lipat dari mobil terjangkau yang sangat bergantung pada tenaga robot. Begitu juga dalam bidang-bidang lainnya, buatan tangan manusia akan lebih spesial. Bagaimana menurut anda?

