Rumus Simpel untuk Menurunkan Berat Badan Berdasarkan Pengalaman Pribadi
Beberapa minggu terakhir, saya sedang berjuang untuk menurunkan berat badan karena dirasa-rasa, perut ini sudah terlalu besar.
Pekerjaan yang serba online membuat saya jarang bergerak, banyak begadang, dan kadang banyak ngopi dan juga makan cemilan di malam hari.
Maka dalam program menurunkan berat badan ini, saya merubah gaya hidup secara signifikan. Pertama, saya memperbaiki pola tidur, tidak lagi ada begadang yang terlalu larut. Bangun pagi untuk sholat Subuh tidak boleh telat. Pagi beraktivitas fisik, baik itu mencangkul, membereskan pekarangan rumah, dan sebagainya.
Kadang setelah istirahat dan bekerja online, saya lanjutkan kerjaan fisik di sore hari. Sesekali diselingi olahraga seperti Push Up, Pull UP, dan lain-lain.
Lalu saya juga mengurangi porsi makan menjadi hanya setengah porsi untuk nasinya, sedangkan lauknya terbilang cukup normal namun saya batasi hanya sayuran dan lauk yang berprotein tinggi seperti tempe, telor, dan juga daging.
Dalam satu minggu, saya sudah berhasil menurunkan berat badan sekitar 2-3 kilo. Tapi yang saya rasakan jauh daripada angka tersebut.
Tubuh saya menjadi jauh lebih bugar, lebih lincah sat-set, lebih bertenaga tentunya, secara keseluruhan tubuh menjadi jauh lebih enak dibanding sebelum melakukan program diet ini.
Nah, ketika saya sedang merenung di kamar mandi, tercetuslah untuk menulis rumus diet yang simpel.
Begini rumusnya;
Dua faktor paling berpengaruh adalah:
- Asupan makanan
- Pergerakan fisik atau olahraga
Tentu kita harus tetap makan agar tubuh tetap sehat, tapi untuk menurunkan berat badan, maka bisa anda pilih;
Mau mengurangi porsi makan, atau menambah aktivitas fisik dan olahraga.
Mana yang terbaik?
Metode paling cepat tentunya melakukan keduanya; Mengurangi porsi makan dan menambah aktivitas fisik atau olahraga.
Semakin sedikit porsi makan kita, makin cepat berat badan kita turun. Makin banyak kita olahraga atau melakukan aktivitas fisik, makin cepat kita turunkan berat badan.
Lalu, makin sedikit porsi makan dan makin banyak aktivitas fisik secara bersamaan, maka makin jauh lebih cepat kita menurunkan berat badan.
Apa tantangannya?
Jajanan, cemilan, dan minuman manis adalah tantangan terberat saya pribadi dalam menjalani program diet ini.
Sangat sulit untuk tidak minum kopi, dan kopi pahit itu seringnya bikin mulut terasa mual, jadi perlu tambahan gula agar rasanya bisa diterima.
Saat bekerja di depan komputer, sulit juga untuk tidak ngemil jajanan, walaupun yang satu ini ternyata cukup mudah saya atasi, asalkan ada kopi saja cukup.
Cheat Day?
Ya, saya juga punya hari untuk memuaskan dahaga pada jajanan, yaitu hari Jum’at. Sejak dulu saya menganggap hari Jum’at itu istimewa. Setelah selesai Sholat Jum’at, biasanya saya akan membeli es Cappucino Cincau ataupun Es Campur, kadang Es Kelapa Muda. Kalau sedang ingin, kadang saya juga jajan gorengan atau jajanan enak lainnya.
Tapi hanya di satu hari itu dalam seminggu ya. Cheat Day saya hanya satu hari, maksimal dua hari karena hari Minggu juga kadang saya ingin jajan.
Namun dalam program diet saat ini, saya semakin membatasi asupan di hari Cheat Day agar pengorbanan di hari lainnya tidak sia-sia. Kadang saya juga menambah intensitas aktivitas fisik di hari Cheat Day agar kalori yang masuk bisa segera terbakar.
Itu dia sedikit pengalaman saya menurunkan berat badan yang saat ini pun masih saya lakukan, semoga bisa menginspirasi!

